Pendidikan Indonesia pada Masa Non Kolonialisme dan Kolonialisme
Pendidikan di Indonesia
jika dipandang berkembang dan tumbuh berdasar dengan populernya nama Indonesia
maka sudah terhitung sekitar 175 tahun Pendidikan Indonesia berjalan dan
berkembang pada setiap masanya. Tetapi Ketika menilik jauh, di saat Indonesia
masih berupa Kerajaan dan Nusantara mulai abad 4 sampai 5 perkembangan
Pendidikan sudah mulai ada berdasar dengan agama dan Kerajaan yang sedang
berkembang saat itu. Dilansir Leo Agung dan Suparman (2012) bahwasanya
Pendidikan di Indonesia sejak zaman dahulu sudah berdasar dengan agama.
Pendidikan pada abad 4 saat itu dikenal dengan Pendidikan berbasis
Hindu-Buddha. Terdapat beberapa ciri Pendidikan pada periode Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha
di Indonesia, antara lain: bersifat informal karena proses belajar mengajar
tidak melalui institusi yang formal; berpusat pada religi; asriskrotis, di mana
Pendidikan hanya diikuti oleh segolongan Masyarakat saja, yaitu para raja dan
bangsawan; pengelolannya Pendidikan adalah kaum Brahmana untuk agama Hindu dan
para biksu untuk agama Buddha.
Pada akhirnya sampai
dengan kisaran abad ke-15, runtuhnya Majapahit, sudah mulai berkembang ilmu
pengetahuan yang berkaitan bidang sastra, Bahasa, kepemerintahan, tata negara,
dan hukum, yang pada akhirnya melahirkan karya-karya bermutu tinggi. Setelah
Kerajaan Hindu runtuh, pada abad 16. Munculah dan mulai berkembang agama Islam,
serta lahir Pendidikan-pendidikan yang berbasis dengan agama Islam. Dikutip
dari bukunya Syaharuddin dan Heri (2019), yang berjudul “Sejarah Pendidikan
Indonesia”, Lembaga-lembaga Pendidikan Islam pada saat itu telah muncul dan
memainkan fungsi dan perannya sesuai dengan tuntutan Masyarakat, Adapun
lembaganya yakni: Pendidikan masjid, langar, dan surau; Pendidikan pesantren;
Pendidikan madrasah. Setelah berkembang berdasar agama hindu, buddha, sampai
dengan Islam pada masa non kolonialisme, Pendidikan Indonesia juga berkembang
pada zaman kolonialisme, dimulai pada datangnya Portugis di Indonesia, salah
satu misi mereka yakni menyebarkan agama Katolik, perwujudan misi itu yakni
Portugis mendirikan sekolah pada tahun 1536 untuk mendidik para calon
misionaris, pada tahun yang sama juga, penguasa Portugis saat itu Antonio
Galvano mendirikan sekolah untuk anak-anak pemuka pribumi, selain ilmu agama, di
sekolah diajarkan calistung. Setalah Portugis, datanglah Belanda untuk menjajah
di Indonesia, Pendidikan yang diusung Belanda terkenal dengan diskriminatifnya,
yang membedakan antara pribumi dengan orang Belanda. Pada 1882, Belanda
mendirikan pristerraden yang mendapat tugas mengawasi pengajaran agama di
pesantren-pesantren. Mulai tahun 1800, Daendels mulai memperhatikan Nasib
bangsa kita, tahun 1801, ia menyatakan bahwa perlu diselenggarakan pengajaran
bagi anak-anak Jawa. Tetapi pada saat itu belum terlaksana karena pada tahun
1811-1816 Inggris berhasil merebut Indonesia sebagai negara jajahannya dari
Belanda. Sampai pada akhirnya Belanda Kembali merebut, pada tahu 1848 keluarlah
anggaran belanja bagi pengajaran rakyat pribumi, dan 1884 keluar SK untuk mendirikan
sekolah swasta. Pada tahun 1854 lahirlah Bumi Putera yang hanya dibentuk tiga
kelas dan diperuntukkan untuk orang-orang pembantu perdagangan. Jauh setelah
itu lahirlah Budi Utomo yang memperjuangkan Pendidikan bagi rakyat pribumi.
Selanjutnya tahun 1912 adanya R.A Kartini yang memperjuangkan Pendidikan kaum
Perempuan, dan diikuti dengan berdirinya organisasi Muhammadiyah yang dipimpin
K.H. Ahmad Dahlan dan mendirikan Madrasah Muallimat pada tahun 1911 dan pada
akhirnya terjadi Perubahan radikal di Pendidikan Indonesia, Adanya Taman Siswa
pada tahun 1922 yang dirikan Ki Hajar Dewantara yang memegang prinsip
Pendidikan memanusiakan manusia dan mengutamakan rakyat pribumi.
Daftar Pustaka:
Leo Agung & T. Suparman. 2012. "Sejarah Pendidikan". Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Syaharuddin, dan Heri Susanto. 2019. "Sejarah Pendidikan Indonesia". Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.



Komentar
Posting Komentar