Dugaan Main Mata di Pertandingan Vietnam VS Thailand, membuat Netizen Indonesia Geram.

Dugaan Main Mata di Pertandingan Vietnam VS Thailand, membuat Netizen Indonesia Geram.

Oleh: Dani Anwar Hadi

Gambar jalannya pertandingan Vietnam VS Thailand

Rasa geram netizen-netizen pendukung Timnas Indonesia diwujudkan melalui komentar-komentar pada media sosial facebook maupun Instagram yang memposting hasil pertandingan Piala AFF U-19, pada Ahad (10/07/2022) malam. Hal itu disebabkan permainan yang terkesan tidak profesional ditampilkan oleh kesebalasan Timnas Vietnam saat melawan kesebelasan Timnas Thailand di turnamen Piala Aff U-19 yang diadakan di Indonesia.

Turnamen Piala AFF U-19 sampai pada pertandingan pamungkas pada kala itu, ketika grup B sudah memastikan wakilnya untuk bertanding di babak semi-final, grup A yang berisikan Indonesia, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, dan Myanmar masih memperebutkan dua tiket semi-final. Dua tiket tersebut pada laga pamungkas diperebutkan antara tiga tim teratas yang mendapatkan poin tinggi selama bertanding di Grup A. Tiga tim tersebut yakni Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Saya kira itu tidak menjadi hal yang baru dan mengejutkan, karena tiga tim tersebut langganan di partai-partai puncak gelaran olahraga sepak bola di Kawasan Asia Tenggara, dan hal itu saya yakin sudah diprediksi oleh para supporter dan pengamat sepak bola sejak bergulirnya turnamen tersebut. “Grup A ini ada grup neraka, tapi bisalah untuk timnas lolos ke semi-final.” Tulis salah satu netizen di kolom komentar postingan hasil pembagian grup Piala AFF U-19.

Gambaran Klasemen Grup A sebelum pertandingan pamungkas

        Empat pertandingan telah dilalui masing-masing negara dalam grup A Piala AFF U-19. Sesuai dengan prediksi, tiga tim teratas yang memperebutkan tiket menuju semi-final yakni Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Vietnam dan Thailand mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan, sedangkan Timnas Indonesia mendapatkan delapan poin dari empat pertandingan. Delapan poin didapatkan dari dua hasil kemenangan melawan Brunei dengan skor 7-0 dan melawan Filipina dengan skor 5-1, serta dua kali hasil imbang melawan Vietnam dan Thailand dengan skor 0-0. Alhasil dengan klasemen menuju pertandingan pamungkas itu, Timnas Indonesia pada laga terakhir melawan Myanmar membutuhkan hasil kemenangan untuk menjaga asa lolos ke babak semifinal. 


Kemenangan yang diperoleh Timnas Indonesia di laga pamungkas dan tidak bergantung apapun hasilnya di pertandingan antara Vietnam VS Thailand akan membuat Timnas Indonesia otomatis lolos ke babak semi-final. Hal itu berlaku jika peraturan yang digunakan dalam menentukan klasemen menggunakan selisih gol terlebih dahulu. Namun ternyata faktanya tidak, peraturan yang digunakan di dalam turnamen tersebut menggunakan sistem Head To Head (H2H) terlebih dahulu, setelah itu selisih gol jika H2H sama. Hal ini berbeda dengan gelaran AFF U-19 edisi sebelumnya yang masih menggunakan selisih gol. Ini membuat netizen pecinta Timnas Indonesia bertanya-tanya, bingung, dan agak sedikit geram. “Harusnya sistem sudah ditentukan sebelum turnamen dimulai, kenapa tiba-tiba harus pakai sistem H2H sementara Indonesia di posisi selalu dirugikan.” Tulis salah satu netizen di kolom komentar postingan yang membahas tentang regulasi yang digunakan di AFF U-19. Hal lain diungkapkan oleh netizen lainnya, ia mengatakan bahwa pasti Official tim dan pelatih Timnas sudah mengetahui regulasi ini sejak awal, hal itu terlihat dari kekecewaan Shin Tae Yong ketika gagal menang melawan Vietnam dan Thailand. Ia juga menyatakan lemas dan khawatir dengan tahunya peraturan ini, khawatir bukan dengan Timnas Indonesia tidak bisa menang, tetapi khawatir pertandingan Vietnam melawan Thailand ada main mata atau kerja sama, karena mengingat kedua tim hanya perlu hasil imbang 1-1, 2-2, dan seterusnya untuk memastikan lolos ke babak semi-final piala AFF U-19.

Laga terakhir pun tiba untuk digelar, pertandingan digelar hari Ahad (10/06/2022) dengan waktu yang bersamaan, yakni pukul 19.30 WIB. Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Myanmar diadakan di stadion Patriot Bekasi, sedangkan pertandingan antara Vietnam VS Thailand dihelat di stadion Madya Senayan. Pertandingan antara Timnas Indonesia VS Myanmar berlangsung seru, Indonesia yang berambisi untuk menang supaya ada peluang untuk lolos bermain menyerang dan menguasai jalannya pertandingan, akan tetapi kesebelasan Indonesia kebobolan terlebih dahulu lewat konsep tendangan sepak pojok dari kesebelasan Myanmar, namun gol itu membuat Timnas Indonesia semakin dominan menyerang dan akhirnya membalas dengan empat gol pada paruh babak pertama. Pada babak kedua, memasuki menit 70 timnas Indonesia berhasil menjebol gawang Myanmar lagi melalui gol dari Ronaldo Kwateh. Semenjak itu, permainan dari Timnas Indonesia mengendor. Di sisi lain, pada pertandingan sebelah antara Thailand VS Vietnam selama 70 menit berjalan pertandingan terasa alot saling jual beli serangan. Tiba pada menit ke 72, Thailand berhasil membobol gawang Vietnam yang mengubah skor menjadi 1-0. Tetapi tak berselang lama, Vietnam berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 74. Setelah mendengar Bung Valentino Jebret, komentator yang mengomentari jalannya pertandingan Indonesia melawan Myanmar mengatakan skor 1-1 di pertandingan sebelah, saya langsung mematikan siaran langsung pertandingan Timnas Indonesia dan beralih menyaksikan pertandingan sebelah. Hal yang dikhawatirkan oleh sebagian besar netizen dan oleh saya sendiri, ternyata kejadian nyata, semenjak skor menjadi 1-1 terlihat sangat jelas antara Vietnam dan Thailand menurukan tempo permainannya, Vietnam memainkan umpan-umpan pendek di area pertahanannya sendiri tanpa ada usaha untuk merebut dari kesebalasan Thailand. Rasa geram pun muncul karena pertandingan yang kurang fair play diperlihatkan oleh kedua kesebelasan yang katanya tim terkuat di Asia Tenggara. Ditambah pemain Thailand yang berjatuh-jatuhan dengan sendirinya tanpa disentuh. Jadi dalam 15 menit terakhir itu hanyalah permainan yang tidak profesional, hanya bermain umpan-umpan pendek di belakang tanpa direbut Thailand dan pemain Thailand berjatuhan dengan sendirinya membutuhkan perawatan semakin membuat pendukung Timnas Indonesia geram, bahkan saya mendengar ada sayup-sayup teriakan “Mafia… mafiaaa…. mafiaaa” di stadion Madya oleh beberapa suporter Timnas Indonesia yang datang di stadion tersebut. Dan benar, pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1, alhasil dari hasil tersebut membuat Thailand bersama Vietnam lolos ke semi-final, sedangkan Timnas Indonesia gagal lolos walaupun menang 5-1 melawan Myanmar karena kalah selisih gol dalam klasemen mini H2H antara Thailand, Vietnam, dan Indonesia.


Hal tersebut membuat netizen geram karena permainan yang ditunjukkan kedua kesebelasan terasa tidak profesional. Permainan 15 menit terakhir khususnya yang ditunjukkan kedua tim. Kegeraman tersebut diekspresikan melalui tulisan komentar di media sosial facebook dan Instagram. Salah satu pengguna Instagram berkomentar “main sabun” terhadap pertandingan Vietnam VS Thailand. Begitu pula empat netizen lainnya mengomentari “#AFFMAFIA” pada kolom Instagram. Sedangkan pada media sosial facebook pun mengekspresikan kekecawaannya, “setelah skor 1-1 viet & thai gak punya niat nyerang lagi, viet main bola di belakang, thai nunggu di tengah lapangan.” tulis salah satu pengguna facebook. Sementara itu netizen yang lainnya menuliskan “menit ke 80-90 bola di daerah pertahanan terus, sementara itu pemain Thailand hanya nyimak doang. Dan ga ada niat pemain Vietnam juga untuk membawa bola ke daerah pertahanan Thailand. Apakah ini bukan sepakbola gajah, parah kalau ga ada tindakan AFF.” Sedangkan netizen yang lain mengungkapkan bahwasanya Vietnam dan Thailand kehilangan harga dirinya karena permainan yang menjijikan diperlihatkan pada 10-15 menit terakhir menjelang akhir pertandingan.

Kekecawaan serupa juga diungkapkan oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong mengungkapkannya di unggahan Instagram pribadinya dengan memposting video pertandingan Vietnam VS Thailand dengan menuliskan takarir (caption) “Apakah ini benar fairplay yang sebenar-sebenarnya? Saya ingin tanya kepada para fans bola. Sangat mengecewakan sebagai pelatih kepala yang pekerjaannya sama. Apa yang pemain muda bisa rasakan dan apa yang pemain muda bisa belajar dari pertandingan tersebut?” Sebelumnya pada konferensi pers setelah pertandingan Indonesia melawan Myanmar, STY juga berkomentar bahwa Thailand dan Vietnam telah merasakan perkembangan pesat dari sepak bola Indonesia, sehingga mereka harus bermain seperti itu agar tidak bertemu Indonesia.

Dari hal tersebut, pendukung timnas pada intinya menuntut PSSI agar mengirimkan surat keberatan kepada AFF untuk mengusut pertandigan tersebut. Banyak juga yang semulanya respect dengan Thailand karena merupakan tim hebat di Kawasan Asia Tenggara menjadi tidak respect kembali semenjak kejadian tersebut.

Komentar

Postingan Populer